Tampilkan postingan dengan label Perjalanan kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan kaki. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Dongeng sebelum tidur : RAMAYANA chapter 2


Kau mau tahu kelanjutan kisah Rama dan Shinta ?


Baiklah, biar aku selesaikan cerita ini ..

Nah, apa yang dilakukan Shinta atas semua penderitaan itu ? Ia tidak pergi. Justru menabahkan hati, meneguhkan cinta, berangkat menemani Rama terbuang dari segala kehormatannya. Bagi Shinta, semua urusan sederhana, kemanapun Rama pergi, ia akan terus mengabdi.

Itulah bukti cintanya yang tiada tara. Maka terusirlah Rama dan Shinta, dengan ditemani Laksmana yang sejak kecil selalu menemani kakaknya.

Empat belas tahun bukan waktu yang sebentar. Tinggal di dalam hutan juga bukan masalah yang mudah bagi pasangan itu. Mereka diuji oleh berbagai godaan. Diuji oleh berbagai rintangan. Tidak terhitung begitu banyak raksasa hutan yang selama ini diburu Rama hendak membalaskan sakit hati. Dan puncaknya saat Rahwana, Raja Alengka, berniat menculik Shinta yang jelita.

Kau tahu siapa Rahwana ?

Ia adalah raja para raksasa. Kesaktiannya tiada tara. Tidak ada penduduk bumi yang bisa mengalahkan Rahwana. Bahkan rasa raksasa itu pernah meneror kerajaan langit, membuat para Dewa harus bersatu memaksanya mundur kembali ke bumi. Tidak ada yang bisa menghentikan kesewenangwenangan Rahwana.

Hari naas itu, Shinta melihat seekor anak kijang, begitu lucu, lincah loncat kesana kemari. Aduh, menggemaskan sekali. Shinta meminta Rama mengejar anak kijang itu. Rama yang enggan, akhirnya mengalah, memutuskan mengejar kijang itu, meninggalkan Shinta pada Laksmana, adiknya. Tentu saja kijang itu bukan kijang biasa, melainkan jelmaan raksasa, anak buah Rahwana yang sedang menyamar. Setelah dikejar kesana kemari masuk ke dalam hutan yang lebih lebat, Rama berhasil memanahnya. Seketika kijang itu berubah wujud, berseru meminta tolong, menirukan suara Rama.

Demi mendengar teriakan itu, Shinta panik. Ia cemas suamninya terluka, meminta Laksmana menyusul. Situasi berubah menjadi rumit. Laksmana yang ragu-ragu khawatir itu semua jebakan dari musuh mereka, memutuskan membuat lingkaran di tanah yang melindungi Shinta sepanjang berada di dalamnya.

Laksmana bergegas menyusul Rama, meninggalkan Shinta yang berlindung dalam lingkaran. Tetapi Rahwana tidak kalah akal. Ia menyamar menjadi seorang pertapa tua, berjalan terbungkuk, pura-pura kehausan. Rahwana tidak bisa masuk ke dalam lingkaran, tapi ia bisa membujuk Shinta yang amat perasa terhadap kesedihan dan penderitaan orang lain melangkah keluar mengulurkan kendi air minum.

Sekejap. Saat tangan Shinta keluar dari lingkaran, Rahwana berubah wujud. Cepat ia menyambar tangan Shinta. Membawanya terbang pergi ke kerajaan Alengka yang berada di seberang lautan dataran India. Rahwana tertawa jumawa. Wajah buruk rupanya terbahak puas. Rencana besarnya berhasil. Lihatlah, ia berhasil menculik Shinta.



Rama dan Laksmana yang kembali dari mengejar kijang amat pilu saat tahu istrinya telah diculik Rahwana. Perhiasan istrinya terjatuh di lingkaran perlindungan. Seekor burung garuda, Jatayu, yang kebetulan melihat penculikan tersebut dan berusaha meninggalkannya justru terluka parah. Rahwana jelas-jelas bukan tandingannya.

Maka dimulailah cerita mahsyur itu.

Petualangan Rama menyelamatkan kekasih hatinya, istri tercinta. Rama tahu persis, tidak mudah merebut kembali Shinta dari Rahwana . Kerajaan raksasa itu ribuan kilometer dari seberang lautan. Dan menyerbu tanpa persiapan ke sarang raksasa, sama saja bunuh diri namanya.

Rama memutuskan meminta bantuan bangsa wanara, alias manusia kera. Melalui sebuah perjanjian saling membantu, ribuan pasukan manusia kera dipimpin oleh panglimanya yang mahsyur, Hanoman, berangkat ke medan perang. Juga ribuan ksatria dari kerajaan-kerajaan lain yang terketuk hatinya melawan Rahwana.

Tapi masalah pertama langsung menghadang rombongan itu, bagaimana menyebrangi lautan ?  Tidak semua anggota pasukan manusia kera bisa terbang. Bagaimana mereka bisa melewati lautan ribuan kilometer, sementara entah apa nasib Shinta di kerajaan Alengka sekarang. Berhari-hari Rama meminta bantuan Baruna, dewa yang mengurus samudera. Baruna menolaknya, menolak terlibat dalam pertempuran.

Rama habis kesabaran, di penghujung hari ketiga, Rama mengangkat busur Dewa Siwa, berdiri penuh rasa marah, menghadap lautan yang menghambat mereka. Anak panah ditarik, dan Rama berseru lantang, “Jika kau tidak mau membantuku, wahai Baruna, akan aku keringkan seluruh lautan ini dengan anak panahku.”

                Menggetarkan sekali melihat ancaman Rama. Itu bukan senjata biasa. Itu pusaka paling sakti milik dunia. Baruna gemetar berpikir. Pilihannya terbatas, binasa seluruh lautan, atau membantu penyerbuan Rama.  Maka Baruna menawarkan membangun sebuah jembatan, lebih lambat, tapi itu lebih masuk akal. Rama, Laksmana, dan Hanoman menyetujuinya.

Segera, semua pekerja dikerahkan, siang malam, termasuk penduduk lautan. Dalam waktu singkat, jembatan dahsyat itu terwujud, membentang panjang atas nama cinta.

Dengan jembatan yang kokoh, pasukan manusia kera bagai gelombang air bah menyerbu kerajaan Alengka. Pertempuran tidak dapat dihindarkan lagi. Ribuan prajurit raksasa bertahan, membela setiap jengkal istana. Duel dahsyat antara Rama dan Rahwana menjadi legenda.

                Dua duanya sama digdaya, bertempur di langit-langit kerajaan Alengka. Dentum merah, kuning, biru, membuat terang langit malam. Kelebatan cahaya jingga, kuning, hijau memedihkan mata. Panah sakti milik Rama akhirnya menghujam dada Rahwana. Raja raksasa paling sakti itu tumbang ke bum. Rahwana, raja raksasa yang pernah ada pernah membuat rusuh kerajaan langit, akhinya dikalahkan.




                Shinta berhasil direbut kembali.

                Sayangnya, cerita baru saja dimulai. Bukan, sungguh bukan petualangan Rama merebut Shinta dari Rahwana yang menjadi cerita utamanya, seperti yang disangkakan orang-orang, seperti yang lebih suka didengar orang banyak. Cerita pentingnya justru baru dimulai persis saat pasangan abadi itu kembali ke Ayodya.

                Tentang kepercayaan. Tentang salah-satu fondasi dasar sebuah cinta.

                Kau mau mendengar kelanjutan cerita Rama dan Shinta ?             

Dongeng Sebelum Tidur : RAMAYANA chapter 1


Malam. Udara pegunungan di kaki gunung salak mulai memaksa bulu-bulu halus tanganku tegak berdiri. Dingin.

                Dalam gelap itu di dalam tenda, aku dan beberapa teman belum jua tertidur padahal satu-dua tenda di sebelah kami mulai senyap, terlelap.

                Seperti yang ingin aku lakukan pada anak-anakku nanti menjelang tidurnya, malam ini aku mendongengkan cerita . Rainal, Echa dan Mumu menyimak seksama, mata mereka terpejam. Aku menarik tubuhku masuk ke dalam kantung tidur. Dan dalam serak dan paraunya suara, kisah itu dimulai..

                Cerita ini sungguh kalian pasti pernah mendengarnya, salah satu legenda favorite-ku. Namun banyak yang tidak tahu alur ceritanya. Aku juga tidak membaca legenda dari negeri bombay ini lewat manuskrip usang, aku justru membacanya dari sebuah novel modern karya darwis tere liye, sepotong hati yang baru.

                Dan malam itu .. aku menceritakan kembali kisah Ramayana yang sudah diceritakan ulang oleh jutaan orang lainnya, supaya nasihatnya terus ada dan menjadi pelajaran buat siapapun yang mendengarnya.



               Baiklah,

                Cerita ini berasal dari negeri India. Siapa yang tidak mengenal Rama, pangeran gagah dari kerajaan Kosala. Ia tampan tak terkira. Ia pintar tiada dua. Dan jangan tanya soal kepribadiannya, Rama adalah pemuda tiada tandingan. Semua orang akan terpesona hanya dengan menatap wajahnya.

                Lantas siapa yang tidak mengenal Shinta, gadis rupawan, puteri kerajaan Wideha? Ia cantik tak terperi. Ia pintar tiada tanding. Dan jangan tanya soal budi pekertinya, Shinta adalah gadis yang tumbuh dalam asuhan luhur. Semua orang bahkan terpesona hanya dengan mendengar bisik-bisik bagaimana jelita rupanya.

                Mereka berdua seperti ditakdirkan menjadi pasangan abadi, Rama-Shinta, dan sudah abadilahcerita mereka.

                Kau tahu, bagaimana mereka berdua berjodoh satu sama lain ?

                Tidak, tentu saja tidak seperti pasangan kebanyakan. Ah, kalau sama dengan orang banyak. Apa istimewanya ? Pemuda gagah itu, Rama, sedang dalam misi berbahaya menumpas para raksasa di hutan rimba saat terbetik kabar, raja Wideha mengadakan sayembara. Gadisnya yang rupawan sudah cukup usia, bagai bunga mekar, sudah saatnya menikah dengan salah satu pangeran terbaik di seluruh India. Maka demi kabar besar itu, berduyun-duyunlah semua kerajaan mengirimkan pasukan mereka.

                “Kau harus ikut serta, Kakanda.” Laksmana, adik Rama yang setia menemani mereka berpetualang menumpas raksasa membujuk.

                “Astaga, kau ingin kakamu ini mendapatkan jodoh melalui sebuah sayembara? Itu jelas bukan awal kisah cinta sejati, tidak akan ada Resi yang pernah menulisnya.” Rama menggeleng.

                “Setidaknya kakanda bersedia melihat dulu puteri itu. Menurut kabar, wangi kulitnya semerbak hingga ratusan meter. Matanya mampu meruntuhkan dinding kesombongan. Dan hatinya, bahkan bisa menaklukan senjata paling hebat di dunia.” Laksmana mengedipkan mata, tidak habis akal membujuk, “Setelah dilihat, nanti baru kakanda putuskan sendiri apakah akan menulis kisah cinta sejati dari sebuah sayembara atau bukan?”

                Baiklah, seperti apa omong kosong kecantikan gadis itu, Rama mendengus.  Memasang busur dan anak panah di punggung. Melupakan sebentar misi petualangan mereka. Berputar haluan, berangkat menuju ibu kota Wideha.

                Jika kau hendak bertanya apakah cinta pada pandangan pertama itu, maka kau bisa bertanya pada pasangan Rama dan Shinta.

                Ketika seluruh pangeran sudah berkumpul di balai agung ibu kota Wideha, Rama yang tiba terlambat justru salah memasuki ruangan. Sebuah kesalahan yang memantik nyala perasaan berpijar-pijar. Bagaimana mungkin ia sungguh tidak terpesona oleh betapa cantiknya Shinta? Kabar itu bukan dusta. Dan iapun terpesona saat melihat gadis itu sedang membantu dayang-dayang yang tidak sengaja menumpahkan nampan berisi buah-buahan.

                Rama yang tertegun menatap gadis yang riang membantu dayang-dayangnya, mencengkram lengan Laksmana disampingnya tanpa sengaja.

                “Siapakah gadis itu?” Rama berbisik.

                Shinta lebih dulu menoleh. Dayang-dayang berseru pelan, kaget ada laki-laki memasuki bangunan khusus perempuan.

                “Maaf, sungguh maafkan kami.” Rama mengangkat tangannya, bergegas menyadari kekeliruan.
                Shinta menatap sejenak wajah pemuda di hadapannya. Memeriksa wajah serba salah, serba tanggung, dan ketahuan baru saja begitu terpesona melihat dirinya.

Ah, pemuda ini pastilah pengembara, Shinta tersenyum manis. Pemuda gagah ini pastilah salah satu petualang yang telah mengelilingi dunia. Seperti banyak pengunjung lainnya, ikut hadir meramaikan ibukota menonton sayembara besar.

Itulah pertemuan pertama mereka. Percakapan pendek yang kaku, patah-patah, malu-malu tapi mengesankan. Shinta tidak menduga kalau pemuda dengan pakaian ksatria biasa tapi dengan tutur kata menawan bagai seorang pangeran memang seorang pangeran terhormat, sungguh sebuah kejutan menarik saat ia tahu pemuda itu mengikuti sayembara.

Kau tahu, sayembara itu mudah sekaligus rumit. Mudah, karena semua peserta tidak diminta berlomba memanah, mengejar atau membunuh raksasa. Mereka juga tidak diminta saling mengalahkan. Tidak ada pertandingan fisik. Mereka hanya diminta menarik busur, pusaka kerajaan Wideha. Nah, itulah rumitnya. Busur itu sungguh bukan busuru biasa, itu busur milik Dewa Siwa yang dihadiahkan ke bumi. Jangankan menarik talinya, mengangkat busur itu saja tidak banyak yang mampu.

Tentu saja, Rama yang memenangkan sayembara itu.

Rama adalah ksatria hebat. Ia dikenal mampu menaklukan banyak raksasa di zaman itu, tapi itu tetaplah busur hadiah Dewa Siwa-senjata paling menggetarkan di seluruh daratan India. Jika satu anak panahnya terhujam ke bumi, konon dunia akan merekah bagai sebutir jeruk yang terbelah. Entah kekuatan apa, boleh jadi karena kekuatan cinta.

Lihatlah, di sebelah kursi singgasana, Shinta tersipu malu. Ikut bersorak senang saat Rama berhasil menarik tali busur. Mereka berjodoh, sayembara telah berakhir. Pernikahan antara Rama dan Shinta segera dilangsungkan.

Lepas pernikahan, pasangan muda itu kembali ke Ayodya, ibu kota kerajaan Kosala. Bukan main, senang alang kepalang Raja Kosala melihat anaknya telah meperistri seorang bidadari. Raja Kosala yang uzur, bahkan hendak mengangkat Rama menjadi raja. Apalagi yang kurang? Masa depan kerajaan akan gemilang di tangan putra sulungnya tersebut.

Tetapi ada yang tidak senang dengan rencana tersebut. Ibu tiri Rama, istri muda Raja Kosala, merasa anaknya, Barata, lebih berhak menjadi raja. Nasib malang menimpa pasangan muda tersebut. Melalui sebuah intrik yang licik, Rama dan Shinta justru terusir dari Ayodya. Mereka dibuang ke hutan rimba selama empat belas tahun. Barat, adik tiri Rama menjadi naik tahta. Raja Kosala yang menyesali situasi meninggal dalam kesedihan panjang.
***

Apa yang dilakukan Shinta atas semua penderitaan itu ? Aku bertanya. Hening.

Malam makin larut, suaraku mulai berat. Aku menatap sekeliling. Para pendengar setiaku sempurna terlelap semuanya. Padahal cerita ini bahkan belum dimulai.

Aku menghela nafas, suatu hari aku akan melanjutkan kisah ini, besok pendakian baru akan di mulai. Mau tidak mau, malam ini aku harus tertidur.

Selamat malam, semoga mimpi indah.

Tanganku menengadah keatas, membaca doa sebelum tidur. Angin berdesir seakan ikut mengucapkan kata “Aamiin.”

Senin, 22 April 2013

Taman Nasional Gunung Halimun - Salak, Jawa Barat.


ibu kita kartini .. puteri sejati
puteri indonesia .. harum namanya
ibu kita kartini .. pendekar bangsa
pendekar kaumnya untuk merdeka

wahai ibu kita kartini .. puteri yang mulia
sungguh besar cita-citanya
bagi Indonesia ..( Ibu kita kartini- WR Supratman)



Semuanya pasti tahu dong kalau 21 april yang lalu bangsa
Indonesia memperingati tanggal tersebut sebagai hari kartini.

Kalau tanggal 22 april ?

Gak tau ? kasian :(

Nah, tepat pada tanggal 22 april, Senator Amerika Serikat,
Gaylord Nelson (seorang pengajar lingkungan hidup) pada tahun 1970
mencanangkan 22 April sebagai hari bumi yang
dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi
terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan
dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network)

Tahun ini, gue juga ikut merayakan hari bumi, sekaligus hari kartini
di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.



Perayaan kali ini diisi dengan upacara peringatan hari kartini
di gunung salak, operasi kebersihan
dan penanaman 1000 pohon :)

hal yang pertama kali terpikir saat mendengar nama "gunung salak"
adalah peristiwa jatuhnya pesawat sukhoi beberapa waktu lalu.
masih ingat kan ?

awalnya gue takut dan urung pergi.

jadikan ini pelajaran,
Bunda Ully Sigar Rusadi bilang,
KETAKUTAN TERHADAP HAL YANG TIDAK PASTI AKAN MENGHALANGI LANGKAH
KITA UNTUK LEBIH MAJU.

Bunda Ully Sigar Rusadi, bundanya pencinta alam 

Akhirnya gue dan antek-antek pun berangkat ke taman nasional gunung halimun-salak.

part yang paling gue suka, pasang tendaaaa :)

sesulit apapun MEDAN yang ditempuh, MEDAN tetaplah di pulau Sumatera 




gue rasa perlu banyak kegiatan seperti ini.
At least, saat ini banyaaaaaak banget orang yang ngakunya cinta
lingkungan tapi justru cuek dan gak melakukan apa-apa buat memperbaiki lingkungannya.

padahal tindakan akan berkata 1000 kali lebih nyata daripada ucapan :(

hal lain yang bikin gue sedih adalah, gak di kota, gak di gunung sekalipun
sampah makin merajalela
lama-lama, beberapa tahun ke depan mungkin kita bakalan hidup di gundukan sampah :(

usaha pembersihan sampah di TNGHS


mulai sekarang yuk kita belajar mencintai lingkungan
minimal buat diri sendiri dulu deh

banyak kok cara yang bisa ditempuh, misalnya dengan hemat energi, dan meminimalisasi penggunaan
barang-barang yang sukar larut dengan tanah
terutama styrofoam .

tahukah guys ?
bahan lembut yang satu ini bahkan GAK BISA HANCUR SAMA SEKALI dan gak larut sama tanah :(

semoga di hari bumi tahun ini kita mulai cerdas mencintai dan menjaga lingkungan ;)
aamiin

karena kalau bukan kita yang menjaga bumi, siapa lagi ? ;)

-semoga bermanfaat-




Rabu, 03 April 2013

Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat.


Kali ini kaki gue berhenti di sebuah tempat maha menakjubkan di tanah air sendiri, Indonesia.

Selama 3 hari gue melakukan perjalanan hebat, tapi sebelumnya gue bakal kenalin dulu para pelancong dan petualang yang menemani perjalanan gue kali ini .


Yang pertama @AnelhilangElsha ( belakangan sepertinya ganti username twitter jadi @ElshaSLSR )  , biasanya di panggil Echa . Mahasiswi akademi kebidanan ini sering banget dijadiin “kompas berjalan”. Selama ada dia, kita gak perlu takut nyasar karena dia selalu bisa jadi penunjuk jalan yang tepat, walaupun dengan modal nekat dan sok tau .




Ini  @ulilkulily, tapi bisa dipanggil mumu . Orangnya suka banget ketawa, apa aja diketawain, bahkan ngeliat anak kecil diterkam hiu ompong pun dia masih bisa ketawa ngakak. Mumu ini orangnya gak neko-neko, tapi juga ga connect-connect, jadi sampai detik ini, cuma Simsimi yang kuat ngobrol sama mumu.






Yang ketiga, @NisrinaFirdaus , walaupun badannya yang paling gede, kita tetep harus manggil dia dengan sebutan “dede” . Diantara kita semua, dede ini yang tinggalnya paling jauh, di Bantul, Yogyakarta.  Dia ngekost dan kuliah disana. Gue pernah baca sebuah tweet dari akun salah satu sahabat terbaik gue @Satrio1210, dia bilang .. gak semua anak kost menderita kok . Dengan melihat postur dede, gue rasa teori dia ada benernya juga .





Sekarang giliran kaum adam nih, yang ini namanya Rainal. Sampe sekarang akun twitternya masih dalam penyelidikan petugas. Dia ini satu-satunya petualang yang punya pacar, dan mesti ngabarin pacarnya tiap 3 menit sekali, serius. 





Kalo yang ini @riezadventure. Let’s call him “ebe” . Si ebe ini udah jadi cokiber (cowok kita bersama) yang selalu rela dimintain tolong bawain barang-barang ataupun logistik travelling kita, asalkan pake mantra .. “kita kan perempuan be.. :’) ”






Yang terakhir gak perlu perkenalan lagi, ini makhluk paling unyuh sepanjang masa, @rapspoctavia. Namanya ratih, tapi boleh dipanggil “sayang” kok :”) hehe . Hobinya menabung dan membantu ibu . Anaknya manis gak ketulungan, sampe-sampe di dalem telinganya ada sarang semut .


NAH,
Tujuan kita kali ini adalah Kampung Naga, sebuah kampung dengan adat dan budaya yang masih kental di Desa Negalasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat.








Awalnya disana gue pikir gue bisa menemukan sejenis kadal raksasa dengan api yang keluar dari mulutnya, sayangnya dugaan gue salah besar L

Fyi, Kampung Naga berasal dari kata Nagawir (dalam bahasa Sunda) yang artinya di tebing/jurang . Yaaaaps. Jadi kampung seluas 1,5 H ini terletak persis nyaris seperti berada di dalam jurang. Untuk mencapai kesana, kita setidaknya harus menuruni 439 anak tangga. Buat yang mau gedein betis, datang kesini bisa jadi salah satu alternatif selain nge-gym di fitness center.


Disana, kita tinggal di rumah salah seorang penduduk asli warga kampung naga bernama ibu Een, beliau baaaaik banget, ibu Een ini yang ngajarin kita mengenai sosial dan budaya di kampung Naga.


Sebagian besar penduduk asli disini sayangnya gak lancar berbahasa Indonesia, karena bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda, tapi buat orang luar yang mau berkunjung, jangan khawatir, karena disini ada pemandu yang siap jadi translater kita buat berkomunikasi sama warga kampung naga.


Mata pencaharian warga kampung naga adalah petani dan pembuat kerajinan. Jadi disini kita bisa liat aktivitas pedesaan yang sulit kita temuin di kota-kota besar kayak menumbuk padi, menggembalakan ternak dan membuat anyaman rotan.


Jangan harap bisa nemuin anak-anak warga kampung naga yang lagi sibuk sama gadget-nya kayak keponakan-keponakan kita sekarang. Disini semua permainan bener-bener tradisional. Mereka bahkan gak nonton tv, karena yaaaps, LISTRIK DILARANG DI TEMPAT INI.



Serius, demi menjaga keaslian bentuk bangunan dan budaya disini, para penduduk rela buat enggak ikut menikmati fasilitas listrik bahkan yang ditawarkan pemerintah. Ada benernya juga sih, karena sekitar 113 rumah disini terbuat dari kayu, rotan, bambu, injuk dan bahan-bahan lain yang mudah terbakar.

Tapi percaya deh, tidur di dalam rumah kayu dengan hanya diterangi petromak itu punya kesan tersendiri.

Oh iya, satu lagi yang mesti kalian tahu bahwa disini nggak ada kamar mandi di dalam rumah. Yang dimaksud toilet disini adalah sebuah sungai yang dipakai bersama oleh para warga sebagai tempat MCK dan untuk menuju kesana, kita mesti menaiki batu-batu besar sebagai undakan tangga.

Gue salut sama kepatuhan warga sama ketua adat disini. Pemimpin yang bahkan gak dipilih secara formal ini sangat dihormati penduduk. Semua  aturan adat sejak berdirinya kampung Naga belum pernah dilanggar. Berdasarkan info dari salah seorang warga, gue mecatat beberapa aturan pokok adat di tempat ini, diantaranya :
1.      - Larangan memasuki kawasan hutan keramat. Jangan berpikiran bahwa hutan ini dipakai untuk pemujaan atau sebagainya, karena warga asli kampung Naga 100% islam kok J

2.       -Larangan menceritakan sejarah kampung naga pada hari yang dianggap tabu, yakni selasa, rabu dan sabtu. Meskipun begitu, sebenarnya warga kampung Naga yang sekarang tinggal kurang tahu jelas sejarah kampung ini, karena pada 1956 dulu, kampung naga dibakar oleh DI TII sehingga catatan sejarah yang ditulis leluhur ikut terbakar L so bad L

Selama disini, gue banyak belajar hidup sederhana , bersahaja dan yang paling utama adalah belajar mencintai budaya sendiri.
Ternyata, Indonesia ini maha kaya dengan budaya dan keindahan alamnya. Sayangnya, gak banyak anak bangsa yang mau menikmati, apalagi ikut melestarikan. Gue harap sih semoga mulai banyak generasi muda yang tertarik buat menjelajahi indahnya budaya negeri sendiri .

semoga bermanfaat :)



Minggu, 17 Maret 2013

Taman Bunga Nusantara, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat.

March 12th, 2013

Gue diculik dengan penuh rasa sukarela oleh para gadis-gadis ini dan disekap dalam sebuah mobil,
jangan tanya apa yang terjadi di dalam, gue di-bully lahir dan batin abis-abisan. 
gue dikasih makan, terus diajak keliling-keliling taman.
dan demi tuhan, gue ketagihan..

















Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Seperti kata @FajarZulni, Ratih Puspita Octavia sepertinya sudah jatuh cinta pada kabut dan ketinggian.

ada yang tahu rasanya bermalam di tempat sekeren ini ? gue tahu.


We can't go to the top alone :)

with @AnelhilangElsha

gunung selalu mengajarkanku untuk tetap merendah saat naik, dan tegak berdiri saat turun :)

sejauh mata memandang cuma ada batu dan kapur. so cool.


thanks papandayan, i will miss you so {}